Minggu, 01 Januari 2012

5 Kematian Tragis Pesulap Dunia

Aksi para pesulap atau bahasa kerennya magician di atas panggung tak jarang membuat para penonton terheran-heran. Berbagai macam trik yang mereka gunakan pun bermacam-macam. Mulai dari yang sederhana sampai yang ekstrim. Untuk sulap-sulap sederhana tentunya tidak menimbulkan resiko yang terlalu besar. Namun bagi magician yang menggunakan aksi ekstrim, pastinya akan beresiko besar, bahkan nyawa taruhannya. Tak jarang karena kesalahan teknis pada saat pementasan mengakibatkan nyawa mereka melayang.

Berikut ini adalah 5 Kematian tragis pesulap dunia

Beberapa diantaranya bahkan meninggal pada saat beraksi di atas pentas.

1. The Great Lafayette

lafayette Sigmund NeubergerThe Great Lafayette (Sigmund Neuberger) adalah pesulap asal jerman yang populer di awal abad 20. Dia juga termasuk pesulap dengan bayaran tertinggi saat itu. Lafayette meninggal akibat kebakaran pada saat manggung di Empire Palace Theatre di Edinburgh pada tahun 1911. Kebakaran tersebut diakibatkan karena adanya kesalahan teknis pada lampu bawah panggung. Satu set peralatan sulapnya habis terlalap api. Penonton mengira kebakaran tersebut adalah sebagian dari aksi ekstrimnya. Namun, api yang terus membesar membuat panik penonton.
Saat kebakaran terjadi Lafayette sempat melarikan diri, namun dia kembali karena ingin menyelamatkan kudanya. Namun naas, justru dia ikut terbakar. Selain Lafayette terdapat 10 magician lain yang tewas saat itu.

2. Balabrega

balabregaJohn Miller nama panggung Balabrega, pesulap asal swedia yang berimigrasi ke Amerika. Ilusi magician dunia ini terkenal dengan nama “The Moth and The Flame”. Trik ilusi yang dimilikinya adalah piroteknik menghilang, yaitu enam wanita yang berkostum “ngengat” dapat menghilang dibalik lilin yang membutuhkan pasokan gas.
Pada Juni 1990, Balabrega dan asistennya, Lew Bartlett sedang menyiapkan acaranya di Theatro Santa Roza di João Pessoa, Brasil. Sebuah gas asetilena-tas meledak dan mengenai Balabrega dan asistennya serta seluruh pemain dan kru sekitarnya. Manajer Balabrega, berdiri beberapa langkah jauhnya, terluka parah. Saat itu juga Balabrega menghembuskan nafas terakhirnya.

3. Tommy Cooper

tommy_cooperTommy cooper adalah seorang pesulap Inggris yang terkenal dengan kopiah merah yang ia kenakan. Cooper meninggal pada tanggal 15 April 1984, saat ia live show di sebuah televisi yang berjudul “Live from her majesty”. Saat asik menunjukkan aksinya cooper meninggal saat itu juga. Dalam sebuah sketsa ketika dia mengambil beberapa benda dari pakaian yang ia kenakan, disaat pembantunya mengambil benda-benda tersebut, tiba-tiba Cooper duduk dan bersandar di tirai. Penonton tertawa karena mengira itu adalah salah satu aksinya, namun tidak, ternyata dia meninggal.

4. William Robinson

William RobinsonWilliam Robinson adalah seorang pesulap Amerika yang mendapat pengakuan internasional untuk karakter panggung sebagai Chung Ling Soo. Robinson memainkan peran seorang pesulap Cina. Kehidupan sulap Robinson berakhir dengan tiba-tiba dalam aksinya yang berjudul “Condemned to Death by the Boxers” yang digelar pada Maret 1918. Saat itu Robinson melakukan aksi menangkap peluru. Sebelumnya Robinson melakukan aksi ini berkali-kali dengan professional, namun naas pada malam itu, Robinson menghembuskan nafas terakhirnya karena peluru melesat di dadanya.

5. Houdini

houdiniHoudini adalah pesulap tersohor sepanjang masa. Houdini ini paling dikenal melalui trik-trik meloloskan dirinya, antara lain melepaskan diri dari ikatan tali, borgol, rantai, dan yang paling terkenal: trik Chinese water torture, di mana Houdini yang tubuhnya digantung terbalik berhasil meloloskan diri dari lemari kaca yang diisi penuh dengan air.
Penyebab kematian Houdini diawali saat Whitehand, seorang mahasiswa McGill yang membuat sketsa dirinya menantang apakah bisa menahan pukulan diperut? Naasnya terdapat tiga pukulan yang mendarat sebelum ia mengencangkan otot-otot perutnya. Pukulan tersebut memperparah penyakit usus buntu yang dideritanya. Dengan penyakit seperti itu dia tetap melanjutkan aksi panggungnya.
Adapun aksi panggung terakhir Houdini berada di Teater Garrick, Detroit, Michigan, 14 Oktober 1926. Saat manggung di tempat itu, Houdini mengalami demam tinggi dan pingsan, kemudian dibawa ke rumah sakit dan meninggal 4 hari kemudian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar